Apa Saja Yang Termasuk Kampanye Hitam Di Internet ?

Pelaku black campaign atau kampanye hitam melalui media sosial dapat dikenakan hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Posting-an atau unggahan seperti apa yang dikategorikan sebagai kampanye hitam?

Kepala Unit 5 Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Komisaris James Hutajulu menjelaskan, kampanye hitammelalui media sosial merupakan segala bentuk posting-an seseorang yang bertujuan untuk mendeskreditkan kelompok atau pihak tertentu dan hanya berdasarkan pada prasangka semata.

“Jadi misalkan ada seseorang membuat atau menyebarkan tulisan yang bertujuan untuk mendeskreditkan suatu kelompok tertentu, misalkan partai tertentu,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/3/2018).

Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan tersebut ada beberapa hal yang ditekankan untuk menentukan suatu posting-an masuk dalam kategori black campaign atau tidak.

Hal pertama adalah bagaimana konten tulisan, foto atau gambar tersebut apakah bertujuan untuk mendeskreditkan kelompok tertentu atau tidak. Hal kedua yaitu apakah data-data yang terkandung di dalamnya valid atau hanya prasangka semata.

“Lalu kalau konten-konten itu hanya disimpan untuk keperluan pribadi ya tidak masalah, tapi kalau sudah di-posting ya itu yang jadi masalah,” kata dia.

Baca juga : Pelaku Black Campaign di Medsos, Ancaman Hukuman 6 Tahun Penjara

Ia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam mem-posting atau menyebarluaskan suatu informasi di media sosial jika tak ingin tersandung masalah kampanye hitam.

“Karena sekarang men-share saja (bukan membuat) juka bisa dihukum,” kata dia.

James mengatakan, pelaku black campaign di media sosial dapat dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 Ayat (2) UU ITE.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *