Harapan Ibu Maimunah Agar Bisa Pergi Ke Tanah Suci

Maimunah

Umurnya mungkin sudah tidak lagi muda, terlihat dari wajahnya yang mulai keriput. Tubuhnya yang ringkih akibat terlalu banyak bekerja, tidak membuat ia seakan lemah. Bagi ibu Maimunah, meski hanya seorang ibu rumah tangga, perempuan haruslah tetap kuat demi anak, suami dan keluarga. Sesekali ibu Maimunah melakukan pekerjaan jika ada yang menawarinya pekerjaan. Semua ia lakukan dengan ikhlas demi mencukupi kebutuhan keluarga. Hidup di salah satu kota dengan biaya hidup yang cukup tinggi membuatnya perlu bekerja keras. Jika tidak, mau makan apa nanti?

 

Selain mengandalkan nafkah dari suami, ibu Maimunah terus berupaya mencari cara untuk mendapat penghasilan tambahan. Berbagai barang kebutuhan yang terus melonjak, belum lagi kebutuhan lain yang harus dipenuhi seperti listrik, uang jajan anak, bayar sewa rumah dan sebagainya, menuntut ia harus pintar-pintar membagi uang. Terkadang, disela-sela rasa lelahnya, hadir keinginan untuk rehat sejenak. Disaat pikirannya menerawang, ia terbayangkan betapa indahnya jika ia bisa pergi haji atau umroh. Sebuah harapan yang seakan tidak mungkin bagi dirinya yang hidup pas-pasan.

Pernah suatu kali ia mendengar orang yang bisa berangkat haji berkat mendapat rejeki yang tidak terduga, di lain waktu adapula yang berhasil menjejakkan kaki di tanah suci lewat perjalanan umroh. Dari situ, keinginannya untuk bisa pergi umroh kembali hadir. Tapi apakah mungkin? Batinnya berbisik. Hingga kini ibu Maimunah masih menjalani kehidupan seperti biasanya sembari terus berdoa agar nanti mendapat rejeki yang membuatnya bisa berangkat haji atau paling tidak bisa umroh.

Haji dan umroh hanyalah salah satu bentuk ibadah dalam agama islam, yang mana untuk bisa melakukannya perlu biaya yang tidak sedikit karena perjalanan dari Indonesia ke Mekkah dan Madinah cukup jauh. Banyak orang mampu yang hampir berkali-kali naik haji atau umroh tanpa pernah peduli bahwa disekitarnya ada banyak saudara lebih membutuhkan bantuan.

Jika memang sudah pernah melakukan ibadah haji dan umroh, ada baiknya jika memiliki uang berlebih, digunakan untuk berwakaf. Mengapa harus wakaf? Jawabannya simple karena wakaf dapat menjadi investasi akhirat. Pahala harta benda yang kita wakafnya akan terus mengalir meski si pewakaf telah meninggal dunia. Apabila tidak punya banyak waktu atau tidak mengerti bagaimana tata cara berwakaf yang benar sesuai kaidah syariah, bisa dengan mengikuti asuransi wakaf .

Dalam sistemnnya, asuransi wakaf tidak jauh berbeda dengan asuransi biasanya, hanya saja pemanfaatan, tata cara serta prinsipnya berbeda. Asuransi wakaf yang merupakan salah satu produk asuransi berbasis syariah sudah pasti harus diawasi secara ketat agar tetap berjalan sesuai koridor syariat agama islam. Untunglah saat ini sudah banyak perusahaan asuransi yang menyediakan layanan asuransi wakaf seperti misalnya Allianz. Berminat ikut asuransi wakaf syariah?

 

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *